Category Archives: Creative Industry

Indigo Fellowship 2009

Program Indigo Fellowship 2009 dipersembahkan bagi para insan kreatif yang mempunyai ide kreasi dan bisnis digital. Anda  bisa menyampaikan proposal berupa ide maupun karya kreatif yang berpeluang untuk menjadi sebuah bisnis. Ide-ide tersebut bisa berupa ide game, modul pembelajaran, mobile content, online portal, aplikasi bisnis, atau karya apapun yang memanfaatkan teknologi informasi.

“Melalui program ini Telkom ingin meningkatkan upaya memajukan perkembangan industri konten kreatif di Indonesia, sekaligus melahirkan tokoh-tokoh digitalpreneur baru di Indonesia,” ujar Widi Nugroho, Head of Digital Business PT Telkom selaku penanggung jawab program Indigo Fellowship.

Program Indigo Fellowship 2009 tidak membatasi usia peserta. Setiap orang, mulai dari anak-anak sekolah hingga kaum pekerja bisa mengirimkan karya atau ide kreatifnya melalui website www.plasaindigo.com. Diharapkan ide atau karya kreatif yang dimasukan  mempunyai potensi bisnis yang tinggi sehingga bisa dikembangkan oleh Telkom Group atau bidang usaha lain yang bekerja sama dalam program ini.

“Peserta yang karyanya lolos seleksi akan diminta untuk memberikan gambaran model bisnisnya (business model). Jika memang model bisnisnya bagus dan bisa memberikan peluang bisnis maka Telkom akan memberikan grant, in-kind benefit, serta beragam fasilitas  lainnya yang disediakan oleh Telkom Group, termasuk dukungan akses ke pasar,” tambahnya.

Pendaftaran Indigo Fellowship 2009 telah dibuka sejak Mei lalu, dan akan ditutup pada 31 Agustus 2009. Hingga kini sudah ratusan karya yang masuk melalui website www.plasaindigo.com. Semua karya tersebut nantinya akan diseleksi oleh dewan juri yang merupakan praktisi – praktisi dalam dunia kreatif digital. Dewan Juri yang diketuai oleh Ninok Leksono itu akan diharapkan bisa memilih belasan karya atau ide kreatif terbaik untuk dikembangkan bersama Telkom Group.

“Dengan adanya bimbingan dari Telkom Group, diharapkan para peserta bisa menjadi digitalpreneur (entrepeneur dalam dunia digital) baru dan menghasilkan karya yang lebih banyak lagi untuk menyemarakan industri digital Indonesia,” kata Widi.

Rangkaian program Indigo Telkom-Group dikemas dalam program CSR (Corporate Social Responsibility) sehingga dalam penilaian karya kreatif harus dapat menonjolkan 3 perhatian utama dalam CSR yaitu:

  • People, bahwa karya kreatif harus berdampak maksimal kepada masyarakat sosial, seperti efisiensi kerja, layanan edukatif, peningkatan produktivitas, kemudahan bekerja, dll.
  • Profit, bahwa karya kreatif juga harus berpotensi menghasilkan revenue, menekan cost of product, serta menghasilkan keuntungan secara ekonomis.
  • Planet, selain issue sosial dan ekonomis, yang tidak kalah penting adalah issue lingkungan. Diharapkan karya kreatif juga mempunyai dampak terhadap perbaikan lingkungan hidup demi kelangsungan ekosistem kepada generasi muda mendatang.
Advertisements