Internetworking Indonesia Journal Vol I No 2

Dear IIJ Editorial Advisory Board Members,

We have just completed Vol.1/No.2 (Fall/Winter 2009) of the Internetworking Indonesia Journal (IIJ):

http://www.internetworkingindonesia.org/iij-vol1-no2-fall2009.html

This Issue is in fact a Special Issue on Data Mining, with the Guest Editors being Dr Anto Satriyo Nugroho (BPPT) and Moch Arif Bijaksana (ITT Telkom) from Indonesia. The IIJ would like to sincerely thank these Guest Editors for their excellent work. We received submissions not only from Indonesia, but from other countries also. Indeed three (3) of the published papers are from authors located overseas.

You may have noticed that this 2nd Issue of 2009 was slightly late in publication. This was primarily due to the extensive review process that took longer than planned.  However, we decided that maintaining quality was of higher priority, even at the cost of the Issue being late by some weeks.

The IIJ would like to thank the Editorial Advisory Board (EAB) members of the IIJ for their continuing support. We look forward
to working with you in 2010.

Regards.

IIJ Editors
Thomas Hardjono (MIT Kerberos Consortium).
Budi Rahardjo (ITB).
Kuncoro Wastuwibowo (Telkom Indonesia).

Opening The Gates to 4G

IEEE Communications Society, Indonesia Chapter, will carry out a seminar to introduce the aspects of 4G Mobile Communication Technology & Business. Seminar will be conducted in Bandung, 21 November 2009, from 08:00 to 17:00. The speakers of the seminar, among others, are Kuncoro Wastuwibowo (chairman of IEEE Comsoc Indonesia Chapter), Arief Hamdani Gunawan (vice chair of IEEE Indonesia Section), and Muhammad Ary Murti (past chair of IEEE Comsoc Indonesia Chapter).

The topics will include:

  • The Aspect of 4G: its necessity and requirement, OFDMA transmission, all IP network
  • The candidates: LTE vs WiMAX II
  • LTE: environment, architecture, and standardisation
  • WiMAX II (802.16m): challenges, architecture, & roadmap
  • Applications, regulations, and business situation.

Opening-The-Gate-to-4G

Registration fee is IDR 1.000.000 for professionals, IDR 500.000 for universities, and IDR 300.000 for students. 20% discount is applied to members of IEEE or MASTEL.

  • For more information, please contact M Ary Murti NOW at 081-6421-0426 or m_ary_murti@ieee.org.

Indigo 2009

Tahun 2009 ini telah dicanangkan sebagai Tahun Industri Kreatif di Indonesia. Industri kreatif diyakini mampu menumbuhkan kembali perekonomian Indonesia, selain kembali mengangkat budaya Indonesia untuk lebih dikenal masyarakat internasional. Pasar dan sumber SDM Kreatif di Indonesia sangat besar, yaitu sekitar 47% dari penduduk Indonesia. Industri kreatif juga diprediksi akan menciptakan lapangan kerja sekitar 5,4 juta lapangan kerja serta berkontribusi pada PDB sekitar 6,3%.

TELKOM memiliki strategi jangka panjang untuk memberikan dukungan penuh bagi tumbuhnya Industri Kreatif Digital Indonesia. Strategi ini dijalankan melalui program-program yang dikemas dengan nama INDIGO (Indonesia Digital Community). Melalui strategi ini, TELKOM memposisikan dirinya sebagai penyedia sarana dan fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku Industri Kreatif, sehingga dapat tumbuh bersama serta memanfaatkan pangsa pasar yang sudah dimiliki oleh TELKOM Group.

Tahun 2009 ini, beberapa program Indigo yang dijalankan adalah INDIGO Fellowship, INDIGO PlayGround, dan INDIGO Award.

INDIGO Fellowship merupakan kelanjutan dari berbagai program inkubasi yang disediakan TELKOM bagi pelaku bisnis kreatif digital. INDIGO Fellowship memberikan modal kerja dan fasilitas kepada para pelaku Industri Kreatif Digital yang menghasilkan suatu idea atau karya kreatif dan bermanfaat bagi masyarakat, lingkungan, serta memberikan nilai secara bisnis. Pada tahun 2009 ini INDIGO Fellowship hadir untuk pertama kali, dan diluncurkan oleh TELKOM pada tanggal 25 Mei 2009. Semua warga negara Indonesia yang memiliki idea atau karya kreatif digital, bisa menyampaikan idenya melalui situs web plasaindigo.com. Dewan juri yang diketuai oleh Ninok Leksono akan melakukan seleksi dan eksplorasi atas karya yang sudah masuk. Pengumuman pemenang peraih INDIGO Fellowship akan disampaikan pada tanggal 23 Oktober 2009. Bagi para pemenang disediakan hadiah hingga mencapai 50 juta rupiah, akses ke pasar digital, dan fasilitas implementasi dari Telkom Group.

Untuk memberikan arena berkreasi kepada para insan pelaku industri kreatif, TELKOM telah membangun sarana fisik maupun infrastruktur pendukung yang selanjutnya disebut dengan INDIGO PLAYGROUND. Playground dalam bentuk pusat kreativitas ini untuk pertama kali diresmikan di Surabaya. Di tempat ini disediakan ruang worskhop, training, serta perpustakaan tempat para pengunjung dapat memanfaatkan secara leluasa tanpa biaya. Di samping sarana fisik, juga telah dikembangkan website kreatif pasarkreasi.com, tempat setiap pengunjung media maya dapat memasukkan hasil karyanya dan mendapatkan komentar dari komunitas online yang telah terbentuk.

Sebagai puncak apresiasi atas pencapaian para insan pelaku industri kreatif digital, maka setiap tahun diselenggarakan INDIGO AWARD. Event ini merupakan ajang apresiasi dari seluruh kategori industri kreatif yang dinilai berhasil dan memberikan manfaat bagi masyarakat, lingkungan dan dapat menciptakan peluang bisnis baru. Penganugerahan INDIGO AWARD pertama tahun ini akan dilaksanakan pada tanggal 23 Oktober 2009.

Sebagai strategi jangka panjang, TELKOM akan terus menjalankan program-program INDIGO ini setiap tahun, dan diharapkan dapat menjaring dan menghasilkan para ENTREPRENEUR BARU di tanah air Indonesia.

Info lebih lanjut: indigo@telkom.co.id

Indigo Fellowship 2009

Program Indigo Fellowship 2009 dipersembahkan bagi para insan kreatif yang mempunyai ide kreasi dan bisnis digital. Anda  bisa menyampaikan proposal berupa ide maupun karya kreatif yang berpeluang untuk menjadi sebuah bisnis. Ide-ide tersebut bisa berupa ide game, modul pembelajaran, mobile content, online portal, aplikasi bisnis, atau karya apapun yang memanfaatkan teknologi informasi.

“Melalui program ini Telkom ingin meningkatkan upaya memajukan perkembangan industri konten kreatif di Indonesia, sekaligus melahirkan tokoh-tokoh digitalpreneur baru di Indonesia,” ujar Widi Nugroho, Head of Digital Business PT Telkom selaku penanggung jawab program Indigo Fellowship.

Program Indigo Fellowship 2009 tidak membatasi usia peserta. Setiap orang, mulai dari anak-anak sekolah hingga kaum pekerja bisa mengirimkan karya atau ide kreatifnya melalui website www.plasaindigo.com. Diharapkan ide atau karya kreatif yang dimasukan  mempunyai potensi bisnis yang tinggi sehingga bisa dikembangkan oleh Telkom Group atau bidang usaha lain yang bekerja sama dalam program ini.

“Peserta yang karyanya lolos seleksi akan diminta untuk memberikan gambaran model bisnisnya (business model). Jika memang model bisnisnya bagus dan bisa memberikan peluang bisnis maka Telkom akan memberikan grant, in-kind benefit, serta beragam fasilitas  lainnya yang disediakan oleh Telkom Group, termasuk dukungan akses ke pasar,” tambahnya.

Pendaftaran Indigo Fellowship 2009 telah dibuka sejak Mei lalu, dan akan ditutup pada 31 Agustus 2009. Hingga kini sudah ratusan karya yang masuk melalui website www.plasaindigo.com. Semua karya tersebut nantinya akan diseleksi oleh dewan juri yang merupakan praktisi – praktisi dalam dunia kreatif digital. Dewan Juri yang diketuai oleh Ninok Leksono itu akan diharapkan bisa memilih belasan karya atau ide kreatif terbaik untuk dikembangkan bersama Telkom Group.

“Dengan adanya bimbingan dari Telkom Group, diharapkan para peserta bisa menjadi digitalpreneur (entrepeneur dalam dunia digital) baru dan menghasilkan karya yang lebih banyak lagi untuk menyemarakan industri digital Indonesia,” kata Widi.

Rangkaian program Indigo Telkom-Group dikemas dalam program CSR (Corporate Social Responsibility) sehingga dalam penilaian karya kreatif harus dapat menonjolkan 3 perhatian utama dalam CSR yaitu:

  • People, bahwa karya kreatif harus berdampak maksimal kepada masyarakat sosial, seperti efisiensi kerja, layanan edukatif, peningkatan produktivitas, kemudahan bekerja, dll.
  • Profit, bahwa karya kreatif juga harus berpotensi menghasilkan revenue, menekan cost of product, serta menghasilkan keuntungan secara ekonomis.
  • Planet, selain issue sosial dan ekonomis, yang tidak kalah penting adalah issue lingkungan. Diharapkan karya kreatif juga mempunyai dampak terhadap perbaikan lingkungan hidup demi kelangsungan ekosistem kepada generasi muda mendatang.

Internetworking Indonesia 2: Data Mining

**CALL FOR PAPER**

The information age today is characterized by information overload, something which is clearly evident everywhere within the digital society. The form of information varies greatly, ranging from structured transactional data and semi structured web pages to unstructured multimedia data. Data mining is an important field since it helps us analyze that information at a higher rate than our natural abilities, thereby aiding us in absorbing that information in a meaningful fashion. This Special Issue on Data Mining aims to cover a broad range of topics, and solicits paper submissions in the broad field of data mining. Topics of interest include – but are not limited to – the following:

• Text Mining • Web Mining • Data preprocessing • Visual mining • Multimedia data mining • Mining frequent pattern • Classification and prediction • Cluster analysis • Stream data mining • Sequence data mining • Graph mining

Guest Editors
Submission and correspondence regarding this special issue should be made via email to one or both of the Guest Editors. Submissions will be reviewed anonymous and externally.

  • Dr. Moch Arif Bijaksana, Data Mining Center Telkom Institute of Technology (IT Telkom) — arifbijaksana@gmail.com
  • Dr. Anto Satriyo Nugroho, Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK‐BPPT) — asnugroho@gmail.com

About the IIJ
Internetworking Indonesia is a semi‐annual electronic journal devoted to the timely study of the Information and Communication Technology (ICT) and Internet development in Indonesia. The journal seeks high‐quality manuscripts on the challenges and opportunities presented by information technology and the Internet in Indonesia. The IIJ specially encourages submission by postgraduate students in the field of ICT.

Focus & Scope
Internetworking Indonesia aims to become the foremost publication for practitioners, teachers, researchers and policy makers to share their knowledge and experience in the design, development, implementation, and the management of ICT and the Internet in Indonesia.

Submission Guidelines
Internetworking Indonesia accepts a variety of manuscripts in either English or Bahasa Indonesia. Please review the descriptions below and identify the submission type best suited to your intended submission:

  • Research Papers: Research papers report on results emanating from research projects, both theoretical and practical in nature.Short papers: Short research papers provide an introduction to new developments or advances regarding on‐going work.
  • Policy Viewpoint: Policy Viewpoints explore competing perspectives in the Indonesian policy debate that are informed by academic research.
  • Teaching Innovation: Teaching Innovation papers explore creative uses of information technology tools and the Internet to improve learning and education in Indonesia.
  • Book Reviews: A review of a book, or other book‐length document, such as a government report or foundation report. (3 pages max.)

Manuscript Submission
The Internetworking Indonesia journal accepts and publishes papers in Bahasa Indonesia and English.

Manuscripts should be submitted according to the IEEE Guide for authors, and will be refereed in the standard way. Manuscript pages should not exceed 7 pages of the IEEE 2‐column format preferably in a MS‐Word file format. Links to the IEEE style files can be found at http://www.InternetworkingIndonesia.org under Submissions.

Manuscripts submitted to Internetworking Indonesia must not have been previously published or committed to another publisher under a copyright transfer agreement, and must not be under consideration by another journal. Authors of accepted papers are responsible for the Camera Ready Copy (CRC) in the IEEE 2‐column format (MS‐Word file). Authors are advised that no revisions of the manuscript can be made after acceptance by the Editor for publication. The benefits of this procedure are many, with speed and accuracy being the most obvious. We look forward to working with your electronic submission which will allow us to serve you more efficiently.

Co‐Editors

  • Thomas Hardjono, PhD (MIT Kerberos Consortium, MIT, USA)
  • Budi Rahardjo, PhD (ITB, Indonesia)
  • Kuncoro Wastuwibowo, MSc (PT. Telkom Indonesia)

Editorial Advisory Board

  • Prof. Edy Tri Baskoro (ITB, Indonesia)
  • Mark Baugher, MA (Cisco Systems, USA)
  • Lakshminath Dondeti, PhD (Qualcomm, USA)
  • Prof. Svein Johan Knapskog, PhD (NTNU, Norway)
  • Prof. Merlyna Lim, PhD (Arizona State University, USA)
  • Prof. Bambang Parmanto, PhD (University of Pittsburgh, USA)
  • Prof. Wishnu Prasetya, PhD (Utrecht University, The Netherlands)
  • Prof. Jennifer Seberry, PhD (University of Wollongong, Australia)
  • Prof. Willy Susilo, PhD (University of Wollongong, Australia)
  • Prof. David Taniar, PhD (Monash University, Australia)

Open Access Publication Policy
The Internetworking Indonesia journal provides open access to all of its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. This follows the philosophy of the Open Journal Systems (see the Public Knowledge Project at pkp.sfu.ca). The journal will be published electronically and there are no subscription fees. Such access is associated with increased readership and increased citation of an author’s work.

CFP: Internetworking Indonesia

Deadline untuk submit paper di Internetworking Indonesia telah diundurkan, hingga akhir Januari 2009.

URL: http://www.internetworkingindonesia.org

Possible topics include, but are not limited to:

  • Information technology and information systems
  • Communications technology
  • Software and hardware engineering
  • Applications and services
  • Broadband and telecommunications technologies
  • Mobile and wireless networks
  • Internet infrastructure systems, protocols and technologies
  • Technical challenges and developments of computer networks in Indonesia
  • Internet Infrastructure development in Indonesia
  • Multimedia and content development
  • Education and distant learning
  • Communications policy development and regulatory issues in the Indonesian context
  • E-Government in Indonesia
  • Internet governance in Indonesia
  • Open source software development and deployment
  • Social and economic impact of ICT and Internet technologies to the Indonesian society.
  • Social networks, Peer-to-Peer computing and blogging.

Bagimu Negri Jiwa Raga Kami

++